Berawal Dari Sebuah Line

Waktu itu tanggal 7 Juni. Saya sedang tiduran sejenak di atas kasur. Lalu hape saya bergetar diatas meja. Ternyata ada sebuah chat line masuk dari abang saya yang isinya seperti ini:

"Bal, ikut MSI 2016, nanti kalo lolos ke Surabaya, biaya abang tanggung".

Hal ini merupakan sebuah ajakan dan tantangan bagi saya. Tidak pernah terbenak dalam pikiran saya sebelumnya untuk mengikuti ajang seperti ini. Soalnya, saya memang terbilang kaku dalam hal yang membutuhkan komunikasi. Memang sih, saya suka dengan hal yang berbau budaya dan pariwisata. Namun, untuk ikutan ajang berkelas nasional, saya rasa belum siap. Untuk menerima ajakan dari abang saya tersebut, saya berpikir beberapa saat. Baru keesokan harinyalah saya menantang dan memantapkan diri saya untuk mengikuti Muda Sabudarta Indonesia 2016.

Berkas-berkas seperti essay singkat, foto close up dan seluruh badan, saya persiapkan dengan cepat. Hingga akhirnya saya lolos seleksi berkas dan memasuki tahap Social Media Challenge. Tantangan berat pun diuji disini. Selain harus menyiapkan konten, pada saat itu saya sedang mengikuti KKN di Purwakarta. Setiap malam, saya curi-curi waktu rapat di tempat KKN demi mengikuti rapat online di grup Challenge Muda Sabudarta. Hampir setiap hari saya mencari informasi di internet mengenai pariwisata, serta menghubungi beberapa orang untuk diwawancarai. Saya juga sempat meninggalkan tempat KKN demi mengambil video di Museum Konperensi Asia Afrika untuk memenuhi tugas Semifinalis Muda Sabudarta. Waktu itu tanggal 13 Agustus dan deadline pengunggahan video adalah tanggal 14 Agustus. Setelah take video, saya langsung kembali ke Purwakarta dan langsung mengeditnya hingga begadang sampai jam 2 pagi. Kalau mengingat masa itu, mungkin saya akan berkata: "kok bisa terlewati ya?"

Akhirnya, segala perjuangan itu terbayarkan ketika saya diumumkan menjadi salah satu Finalis Muda Sabudarta Indonesia 2016 mewakili Kota Medan. Saya sempat berteriak sebentar di kosan dan mengucapkan Alhamdulillah. Pengumuman ini langsung saya beritahu ke abang dan mama saya. Sepertinya, ini merupakan salah satu pencapaian terbesar dalam hidup saya. Alhamdulillah...

Perjuangan saya masih berlanjut di masa karantina Muda Sabudarta Indonesia 2016 yang dilaksanakan di Kota Surabaya. Namun, saya tidak memasang target dalam masa karantina ini. Saya memang berniat untuk menambah pengalaman dan tentunya berjumpa dengan teman-teman dari seluruh Indonesia. Ya, memang dari bulan Juni sampe Oktober, kami hanya berkomunikasi lewat sosial media. Senang rasanya berjumpa dengan para finalis. Dahulu hanya bisa group call lewat line, di karantina akhirnya bisa ngobrol bareng di satu tempat.

Saya tak peduli siapa diantara kita yang menang dan siapa yang kalah. Memang, sebuah kompetisi pasti ada akhirnya. Keluarga? Saya rasa tidak ada alasan untuk ada akhirnya. Selama tiga hari dua malam di karantina membuat saya merasa menjadi bagian dari Keluarga Muda Sabudarta adalah hal yang membanggakan. 

Rasanya ingin mengulang masa-masa selama di karantina. Saya rindu canda dari bang Fariiz, senyum (yang katanya sinis) dari Bang Roni, kepolosan Bang Irfan (padahal dia lebih tua dari saya), kerempongan Bang Nafi, kedewasaan Bang Rizal, ramah senyumnya Bli Rona, kepedulian Bang Vickri, kesopanan Bang Agus, persahabatan Bang Zam, kesopanan Dila, kepercayaan diri Kak Siska, MC kondang Tikawu, suara Raisa dari Milla, seriosanya Tanti, nyanyian campur sarinya Tita, story telling-nya Mbak Aul, Risna sang ngajak ke KFC shubuh-shubuh, keramahan Kak Cindy, dan kepemimpinan Kak Eka.

Memang, jarak menjadi pemisah kita untuk sementara ini. Saya yakin, kelak kita bisa berkumpul lengkap seperti kenangan yang ada di Kota Surabaya. Semoga kita semua bisa tetap menjalin komunikasi dengan baik ya teman! Seperti pasangan LDR yang sedang berjuang dalam kehidupan asmaranya.

tebak aku dimana?
Terakhir, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Mama, Papa, Adik, dan keluarga besar lainnya. Terutama ucapan terimakasih kepada abangda Edly Fachrurozy yang telah membantu dari segi moril dan materil selama saya mengikuti ajang Muda Sabudarta Indonesia 2016 ini. Kalau waktu itu abang saya tidak menge-line saya, mungkin saya tidak bisa menceritakan pengalaman yang berharga ini di blog.

Terimakasih juga buat teman-teman semua yang telah mendukung sehingga saya menjadi Favorit Muda Sabudarta Indonesia 2016. Terimakasih banyak!

No comments:

Post a Comment