Satu Hari Bersejarah

Jakarta adalah kota bising, namun manusianya diam. Klakson-klakson menyelimuti jalanan Jakarta, sedangkan manusianya hanya sabar menunggu parkir tanpa ia ingin parkir. 

Kota Jakarta memang identik dengan macet. Tapi, janganlah kemacetan membuatmu untuk enggan datang ke kota yang memiliki banyak tempat wisata dan bersejarah. Salah besar jika kamu tidak memiliki keinginan untuk menjelajahi Kota Jakarta. 

Jika jalan-jalan di Mall sudah terlalu mainstream, kita bisa menjelajahi seluk beluk wisata sejarah di Jakarta. Jika Bandung Bondowoso diberikan waktu satu hari oleh Roro Jonggrang untuk membangun seribu candi, maka apa yang akan kamu lakukan jika diberi satu hari untuk berkeliling Kota Jakarta?

Saya menyebut ini dengan satu hari bersejarah, Karena, tempat-tempat yang saya berikan disini dipenuhi dengan sejarah. So, ini dia yang bakal saya lakukan!

1. Mengunjungi Kawasan Monas

Usahakan kalo datang kesini pagi-pagi, biar gak terlalu ramai. Di tempat ini, terdapat janji-janji politisi yang belum dipenuhi. Malahan ada yang minta digantung disini. Namun, kita gak membicarakan hal itu. Kita memang sering mendengar kata Monas. Monas adalah Monumen yang tinggi. Tapi, bagi yang belum pernah masuk kedalamnya kalian pasti takjub. Di Monas, kita bisa melihat diorama-diorama masa penjajahan hingga masa kemerdekaan di Museum Sejarah Nasional yang terletak di bawah cawan Monas. Tak hanya itu, bagi yang sering di gantung sama gebetan, di Monas kita malah bisa menggantungkan diri kita di ketinggian 115 meter. Kelebihannya lagi kita bisa melihat kemolekan cewek Kota Jakarta dengan teropong. Semua itu hanya bisa dilakukan di pelataran puncak Monas!

Diorama pembacaan teks proklamasi di Museum Sejarah Nasional
Penulis sedang mencari jodoh
2. Museum Nasional Indonesia

Setelah dari Monas, kita bisa menggunakan bus city tour Jakarta atau dengan berjalan kaki menuju Museum Nasional. Museum Nasional Indonesia biasa disebut orang Jakarta dengan nama 'Museum Gajah'. Museum ini cocok untuk semua kalangan umur. Di sini, kita akan disuguhkan dengan banyaknya koleksi yang dipamerkan, berupa artefak, benda-benda, arca dan lain-lain. Museum ini merupakan museum paling lengkap di Indonesia yang memiliki koleksi sebanyak 141.899. Kayaknya banyakan koleksi di museum ini deh daripada besarnya cintamu ke dia.

Sedang melihat prasasti Mulawarman di Museum Gajah
3. Kawasan Kota Tua


Mari kita bergerak ke stasiun dan menuju stasiun Jakarta Kota. Kita akan mengunjungi Kota Tua! Ada yang bilang, Kota Tua merupakan tempat wisata paling mainstream di Jakarta. Ya, walaupun begitu, sebenarnya di daerah sini terdapat banyak museum-museum yang keren. Mulai dari Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah), Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, dan Museum Seni Rupa dan Keramik. Di kawasan Kota Tua kita bisa melihat gedung-gedung vintage peninggalan zaman Belanda.

Melihat lukisan salah satu koleksi di Museum Sejarah Jakarta
Kalo udah puas melihat-lihat ataupun mengunjungi museum-museum yang ada, kita bisa makan siang di Batavia Cafe. Kafe ini merupakan kafe peninggalan zaman kolonial. Cocoklah buat selepas berkeliling Kota Tua untuk menikmati santapan yang ada disini. Apalagi kalo sama pacar...

Di Batavia Cafe banyak bulenya!
4. Museum Bahari

Letaknya tak jauh dari kawasan Kota Tua. Tinggal naik taksi aja, mungkin biayanya hanya 7500. Loket tiketnya ada disamping menara syahbandar. Sedangkan museumnya terletak di seberangnya. Sebelum masuk ke museum, ada baiknya kita untuk melihat pemandangan dari atas menara Syahbandar. Disana kita bisa melihat pelabuhan sunda kelapa dari atas. Dulunya, menara Syahbandar digunakan sebagai menara pemantau bagi kapal-kapal yang ingin masuk ke Batavia.

Pemandangan dari atas menara Syahbandar
Di Museum Bahari, terdapat koleksi-koleksi yang berbau tentang kelautan dan kebaharian. Bangunannya kelihatan sudah sangat tua. Sangat jelas ini merupakan peninggalan zaman Belanda.

Koleksi-koleksi di museum ini juga terdapat diorama-diorama pelaut dan legenda, seperti Flying Dutchman, Nyi Roro Kidul, Laksamana Cheng Ho.

Penulis bersama Flying Dutchman
Walaupun bangunannya udah tua, tapi didalamnya udah ada proyektor yang bikin suasana museum semakin aktif, men!

5. Mesjid Istiqlal

Diambil dari pelataran cawan Monas
Bagi yang beragama Islam, harus mencoba shalat di Mesjid Istqlal ini. Mesjid terbesar di Asia Tenggara ini berkapasitas kira-kira 120.000 jamaah. Setelah menjelajahi Kota Jakarta, shalat Maghrib di Mesjid Istiqlal adalah pilihan yang tepat. Karena, unsur historis dan gaya arsitektur dari mesjid ini menarik untuk diketahui.

6. Kawasan Pecenongan

link
Saatnya makan malam di daerah Pecenongan! Pecenongan terletak di belakang Istana Presiden. Disini, banyak terdapat stan-stan makanan, mulai dari makanan tradisional hingga Chinese yang siap memanjakan lidah kita. Cemilan-cemilan dari berbagai daerah juga terdapat disini seperti pempek Palembang, gudeg dari Jogja, dan lain-lain. Pecenongan sudah terkenal dari tahun 1970-an loh! Banyak wisatawan asingnya lagi. Manatau disini dapet jodoh bule, kan lumayan.
***

Setelah menjelajahi Kota Jakarta hampir satu harian penuh, istirahat di apartemen atau hotel memiliki sensasi yang berbeda. Kita akan dihidangkan dengan kelap-kelip lampu kendaraan dan lampu dari gedung-gedung pencakar langit yang menghiasi indahnya Jakarta. Kelap kelip ini akan membawamu tidur dan membayangkan satu hari yang barusan kamu lakukan tadi. Betapa indahnya sejarah dan kemodern-an Jakarta dipadukan.

Foto diambil dari apartemen Kalibata City lantai 17
Memang, untuk menguasai Kota Jakarta tidak bisa dalam waktu 24 jam, Ada banyak sekali tempat-tempat wisata yang memiliki nilai historis di Ibukota ini. Seperti Bandung Bondowoso yang tidak bisa membangun seribu candi dalam satu hari, maka menjelajahi Ibukota juga tidak bisa dalam satu hari. Tapi setidaknya, jika kamu diberikan waktu satu hari untuk menjelajahi Jakarta, manfaatkanlah dengan baik.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog “Blog Competition #TravelNBlog 4: Jakarta 24 Jam“ yang diselenggarakan oleh @TravelNBlogID.

No comments:

Post a Comment