Tantangan Di Kolam Air Panas!

Dani merupakan orang yang susah jika diajak berpergian. Hidupnya sangat nyantai dan amat tentram. Bisa dibilang dia itu jenis mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah-pulang). Tapi sekarang sih gak terlalu kupu-kupu. Sebutan dia sekarang adalah mahasiswa kuta-kuta (kuliah-dota, kuliah-dota).

Dari pertama kali liburan sekelas, dia gak pernah ikut andil bagian sekalipun. Antara mau hemat uang atau malas. Pernah dia bilang gini: "Aku mau liburan yang gratis dan ke tempat yang belum pernah aku kunjungin". Dari pernyataan dia, maka bisa aku simpulkan dia mau ke akhirat.

Namun, setelah memaksa beberapa kali dan mendatangi rumahnya ketika hari mau liburan, dia akhirnya ikut. Lebih tepatnya ikut karena terpaksa karena skakmat rumahnya udah didatengin. Jadi, liburan pertama kami bersama si konyol Dani dimulai!
***

Liburan kami kali ini masih di tempat yang sama ketika bulan September tahun lalu, yaitu ke pemandian air panas Gracia di Ciater. Masih juga dengan teman sekelas, ada Lamza, Adit, dan Dani yang ikut ke Gracia. Berendam di air panas merupakan hal yang paling mengenakkan di daerah Bandung. Kenapa? Ya karena Bandung kalo malam dingin, jadi kalo mandi air panas pasti berasa nyaman.

Ternyata, berangkat ke Ciater dengan naik motor sangat-sangat ekstrem. Kabutnya tebal, udara dingin dan tidak ada lampu jalan di sepanjang jalanan. Perjalanan ini udah kayak melakukan malam pertama. Terasa sangat gelap, dingin, dan meraba-raba. Selain dengan hal-hal tersebut, kami sebenarnya juga takut di begal. Soalnya, kami berangkat jam setengah 12-an.

Harga tiket masuk ke Gracia masih sama seperti terakhir kali kami datang kesana, 55 ribu rupiah. Memang sih uang segitu bisa dijadikan makan untuk satu hari, ya tapi mau gimana lagi. Pokoknya jangan sia-siakan libur yang panjang ini. 

Dani yang baru pertama kali ikut liburan akhirnya kami subsidi dengan patungan buat dia masuk. Hal yang pertama kali kami lakukan ketika masuk adalah... mencari tempat.

Mungkin karena libur yang panjang dari hari kamis sampe minggu membuat Gracia dipenuhi oleh manusia-manusia setengah telanjang yang sedang mandi. Disana, mereka pergi bersama teman-teman dan para pasangannya. Ada yang sedang pelukan di kolam, ada yang ngobrol sama pasangannya sambil minum bir, bahkan ada yang sedang pelukan sama dinding air mancur. Setelah diteliti ternyata dia adalah seorang jomblo yang akut.

Kami merasa sangat canggung pada saat itu. Apalagi si Dani. Ini bukan suasana kami melihat para manusia saling pelukan sambil minum bir. Karena tiket udah dibeli, ya kami harus nyebur ke kolam biar gak rugi. Orang-orang disini mungkin udah pada biasa kali ya kayakgini. Aku? Biasanya sih pelukan sama guling sambil minum susu. 

Pertama kali nyebur ke kolam rasanya bener-bener nikmat tiada tara. Dari suasana dingin ke air hangat bener-bener buat badan makin nge-jreng. Apalagi ngeliat ada cewek-cewek bidadari nan manis disana, bikin mata makain nge-jreng!

Kami berendam dari jam 1 pagi sampe jam 4 pagi. Di tengah-tengah berendam ide-ide gila muncul. Jadi, kami buat semacam challenge biar berendamnya gak garing. Contohnya ketika Lamza kalah hom-pim-pah, hukuman yang diberikan adalah dia disuruh kenalan sama cewek. Awalnya dia ragu-ragu untuk kenalan, karena cewek itu bersama teman-teman laki-lakinya. Akhirnya, dia permisi juga sama temen laki-laki si cewek.

"Hmm kang, boleh ganggu gak sebentar?" 
"Oh nggak" Jawab salah satu temen laki-lakinya si cewek

Si Lamza bingung harus respon apa, akhirnya dia teriak ke kami.

"Satu aja ya, satu aja"

Namun, terjadi salah persepsi disini. Seorang cowok tiba-tiba mendatangi Lamza dan langsung mengajak berkenalan. Misi untuk kenalan sama cewek pun gagal. Jadinya kenalan sama cowok. Fail.

Kalo mau liat kami melakukan challenge, bisa ditonton disini:


Aku juga sempat mendapat hukuman gara-gara kalah hom-pim-pah. Selama tiga menit aku disuruh keliling kolam. Mungkin bagi yang membaca, kegiatan ini terasa biasa saja. Sebenarnya, itu sangat menderita. Bayangin sekitar jam setengah tiga-an dengan udara yang sangat dingin, ada manusia kurus yang tidak pakai baju berkeliling kolam sendirian. Absurd.

Akhirnya, kami keluar dari Gracia sekitar jam 4 pagi. Ya, kami berenda selama 3 jam. Badan, tangan, dan kaki kami udah pada keriput semua. Walaupun kami hanya berempat, berendamnya jadi terasa lebih rame gara-gara challenge ini. Patut dicoba untuk liburan berikutnya!

No comments:

Post a Comment