Curhatan Tentang Internet

Sebagai mahasiswa yang merangkap juga anak kos, kebutuhan akan adanya internet merupakan faktor penting. Bayangin aja kalo gak ada, gimana kita mau ngerjain tugas? Gimana mau main game? Gimana mau ngehubungin gebetan kita pake Line? Oke, yang terakhir itu terlalu maksa. Ya intinya sih kebutuhan internet ini udah kayak kita makan nasi. Bagiku sih udah kebutuhan primer. Kalo gak ada internet, aku bisa mati.

Enggak sih, nggak gitu juga...

Selama hampir 1,5 tahun, modem esia Aha menemaniku dalam berbagai hal. Esia juga tidak pernah mengecewakan. Kecepatan internetnya juga cepat. Hanya satu kelemahannya, pembayaran didasarkan atas kuota. Ya, kalo pake esia aku jadi hemat-hemat gitu sebelum kuota habis. Tapi, gara-gara keseringan berhemat, kuotanya malah jadi bersisa banyak. Padahal masa pemakaian tinggal beberapa hari lagi.

Setelah esia bekerja sama dengan smartfren dalam hal jaringan, maka aku memutuskan untuk tidak memakainya lagi. Alasannya simpel, esia memaksa modem kita harus diganti dengan yang baru. Bisa dapet gratis sih dengan menukarkannya di gerai, tapi aku gak sempat. Maka, untuk mengatasi kekosongan internet di kosan, aku mengurus wifi dari telkom.



Untuk biaya pemasangannya saja uangku sudah habis 500 ribu. Belum lagi biaya bulannya yang hampir 350 ribu. Untungnya sih sekarang dengan biaya segitu udah sama masang kabel tv. Kita memasuki era modern dengan internet mahal. Dunia memang kejam. Membebani seseorang dengan beratnya megabyte per second.

Seharusnya pemerintah menetapkan kebijakan 'internet murah' bagi para mahasiswa. Prestasi mahasiswa akan semakin tinggi. Prestasi yang tinngi akan membuat Indonesia bangga. Terutama prestasi untuk bermain Dota. Dengan bermain Dota secara berkelanjutan, para mahasiswa bisa membawa harum nama Indonesia di kancah dunia. Eh tuggu dulu. Itu prestasi juga bukan?


SELAMAT DATANG DI INDONESIA!!

No comments:

Post a Comment