Mengawali Semester 4

Beberapa hari setelah berada di kawasan kampus yang sering dilalui banyak truk, baca: Jatinangor, aku bersama teman-teman sekelas di kampus pergi jalan-jalan. Kami pergi ke Danau Situ Patenggang daerah Ciwidey, Jawa Barat. Ini merupakan kali kedua kami melakukan liburan setelah sebelumnya pergi ke Dufan.

Aku tidak tahu pasti berapa lama kami di perjalanan, dan aku memang sedang tidak melihat jam. Apalagi menghitungnya. Di perjalanan aku hanya mengobrol. Sembari mengobrol, tak terasa, kami sudah setengah perjalanan. Untuk mengisi tenaga, kami singgah di sebuah tempat makan.

Perjalanan dilanjutkan. Beberapa menit kemudian terlihat pemandangan yang menyejukkan mata dan hati, Pemandangan yang disajikan adalah kebun teh yang tersusun sangat bagus di naik turunnya bukit. Hanya dengan melihatnya, mata ini serasa segar seperti segarnya tetesan air yang jatuh dari daun yang hijau.

Villa di tempat kami menginap ternyata terletak di pinggiran Danau Situ Patenggang. Suasana dan udara di daerah ini masih sangat fresh dan hijau. Sangat berbeda dengan lingkungan di tempat aku nge-kos yang di penuhi oleh hiruk piruk asap dan debu yang keluar dari knalpot truk.

Kami mulai mengeluarkan barang dari mobil dan memindahkannya ke villa. Bergegas merapihkan barang-barang bawaan ke tempat yang lebih enak dilihat. Setelah shalat ashar, kami semua keluar dari villa untuk melihat dan mencoba beberapa hal yang unik di sekitar danau.
***

Segerombolan mahasiswa jalan beramai-ramai menuju danau. Di perjalanan banyak pedagang-pedagang yang menawarkan strawberry dan suvenir. Agak kesal juga mendengar pedagang ini menawarkan strawberry-nya.

"Dek strawberry-nya dek"
"Nggak bu.."
"Manis-manis dek.."
"Nggak bu.."
"Mau yang besar atau yang kecil dek?"
"Nggak bu.."
"Oh yaudah, 30 ribu dapet tiga bungkus dek.."
"Nggak bu.."
"Mau diplastikkin atau nggak dek?"
"NGGAK BU!"

Danau yang kami lihat dari dekat ternyata tidak seindah yang kami lihat ketika berada di villa tadi. Airnya sedikit jorok dan keruh. Banyak bapak-bapak yang menawarkan jasa penyewaan perahu untuk sampai ke Pulau Asmara. Seperti seorang ibu yang menawarkan strawberry tadi, para bapak-bapak ini juga semangat untuk menghasut kami. Setelah bernegosiasi, terjadilah kesepakatan. Untuk menaiki kapal akan dikenakan biaya Rp 25.000/orang.

Perahunya di dayung sendiri


Dikarenakan jumlah kami yang banyak, maka perlu dua kapal untuk mengangkutnya. Dua kapal ini akan membawa kami ke Pulau Asmara. Di Pulau Asmara tersebut terdapat sebuah batu yang dinamakan 'Batu Cinta'. Konon katanya jika sepasang kekasih datang ke Situ Patenggang, datanglah ke Batu Cinta dan kelilingilah Pulau Asmara, maka hubungannya akan langgeng.


Setelah keliling-keliling Pulau Asmara (kalo bilang ini jadi terngiang lagu panah asmara), berharap hubungan menjadi langgeng, aku baru teringat kalo aku ini sendiri. Jadi, hubunganku sepertinya akan menjadi langgeng dengan kesendirian. Hiks.

Sudah lama aku tidak merasakan kumpul dan nginap bareng sama teman-teman sekelas. Terakhir waktu liburan perpisahan kelas 3 SMA. Di malam harinya, kami bermain truth or dare untuk mengetahui perasaan-perasaan yang ada, apakah itu cinta, persahabatan, kesalahpahaman, dan lain-lain. 

Senang rasanya bisa liburan bareng teman kuliah. Jarang-jarang bisa kayak gini. Kami menyempatkan waktu untuk saling berinteraksi lebih dekat dan lebih tahu satu sama lain. Semoga kami bisa liburan bareng lagi. See you next time!


No comments:

Post a Comment