Toleransi dari PK (Peekay)



Salah satu masalah ketika musim liburan adalah pemborosan. Masalah keduanya adalah sumber pendapatan uang tidak ada.

Ada dua pilihan ketika liburan, memilih untuk menabung dan berhemat atau memilih untuk kesenangan pribadi. Pilihan berhemat cocok jika ada sesuatu yang ingin kita dapat, contohnya seperti membeli barang. Karena aku merasa sekarang aku lagi gak ada yang ingin dibeli, mari kita habiskan saja uangnya.

Dalam dua minggu ini aku udah nonton 5 film. Itu pencapaian yang luar biasa, soalnya itu pertama kalinya dalam sejarah hidupku. Biasanya aku gak terlalu hobi untuk menonton film di bioskop, disamping membuang uang dan tidak ada teman nonton. Hem.

Film yang aku tonton itu ada Merry Riana, Night at The Museum 3, Dibalik 98, Blackhat, dan PK. Dari semua film itu, aku paling suka sama film PK. Blackhat sih lumayan bagus juga karena ada syuting di Indonesia juga, tapi endingnya kurang bagus.

Jadi disini aku mau ceritain film PK...

Film PK menceritakan tentang seorang alien yang datang ke bumi, tepatnya di suatu daerah di India. PK sendiri adalah sebutan bagi alien tersebut dalam bahasa india, yang artinya adalah 'mabuk'. PK datang untuk meneliti keadaan yang ada di bumi. Namun, kalung 'remot' yang digunakkan untuk memancarkan sinyal ke alien lainnya dicuri oleh seorang pria. Dalam beberapa menit ke depan, cerita ini hanya berbumbu komedi. Tapi, tunggu dulu...

Tiba-tiba konflik yang ada di film ini semakin jelas. PK yang diperankan oleh Amir Khan berusaha mencari kalung 'remot' tersebut dengan bertanya kepada tuhan, dimana kalungnya? Ia berusaha mencari tuhan dengan mempelajari semua agama.

Lalu, konflik tersebut tersebut semakin seru saja. Sutradara pandai memainkan empati dan rasa dari penonton. Aku sempat mengira film ini melecehkan islam, karena ada adegan-adegan kekerasan dan konflik antara pakistan dan India.

Sang sutradara ingin menyampaikan pesan bahwa agama itu tidak bisa lepas dari diri manusia dan saling berkaitan antara satu dan lainnya. Terlebih lagi kita selalu melihat seseorang dari simbol agamanya. Misalnya jika ada seseorang berjenggot dan berpeci, pasti agamanya islam. Padahal, belum tentu. Mungkin saja itu dari kalangan agama lain. Di film ada sebuah adegan, dimana PK membawa orang-orang yang menggunakan simbol pakaian dari berbagai agama. Ia ingin pemuka agama hindu untuk menebak agama apa yang dianut oleh orang-orang tersebut. Jika kita disuruh menebak, pasti kita akan menjawab sesuai simbol pakaiannya. Ternyata, PK menaruh pakaian tersebut tidak sesuai dengan agama yang dianut orang tersebut. Orang Kristen memakai baju ihram, orang muslim memakai baju pendeta Katolik, dan orang Hindu memakai hijab.

Film ini sangat cerdas dengan mengangkat isu-isu seperti ini. Seperti hal-nya di negara kita yang menganut semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' malah mudah terkena isu-isu seperti ini. Selama ini kita terjebak oleh cap dan simbol-simbol agama. Bangsa kita mudah terpecah belah.

Para pemain yang berakting di film ini rata-rata berasal dari film 3 Idiots. Itu juga merupakan salah satu alasan kenapa aku mau menontonnya. Alur ceritanya dan gayanya mirip dengan 3 Idiots. Kecerdasan dalam memainkan kata-kata juga sangat mirip.

Oleh karena itu, segeralah menonton film PK ini.

No comments:

Post a Comment