Stand by me Doraemon Beserta Kejanggalannya



Semua orang pasti udah gak asing lagi sama film kartun yang namanya doraemon. Dulu, waktu zaman masih SD, tiap hari minggu pagi, aku pasti selalu buka RCTI untuk nonton doraemon. Gak hanya sebatas itu, kalo tiap bulan waktu jadwal beli buku, aku selalu milih komik doraemon.

Dalam rangka memperingati 80 tahun Fujiko F. Fujio, kartun doraemon akan dibuat versi 3D-nya. Pertama kali aku mendengar kabar ini pada bulan Agustus dari Ifan, yang sedang kuliah di Jepang. Dia bilang di Jepang sedang diputar film Stand by me doraemon versi 3D. 

Film ini akhirnya rilis di Indonesia pada tanggal 10 Desember 2014. Lima bulan telat dari negara asalnya. Stand by me hanya ada di Blitzmegaplex. Aku beruntung berada di Bandung, soalnya udah ada blitz disini.

Mengenai cerita, alur filmnya bisa ditebak semua. Tapi gak semua orang bisa nebak ceritanya ya, hanya yang suka nonton sama baca komik pasti tau ceritanya. Yang bikin film ini tetap lucu dan menarik adalah ekspresi karakter nobita dan doraemon yang lucu. Selain itu, mungkin karena film ini udah 3D, jadi lebih keren aja.

Film Stand by me merupakan gabungan dari episode-episode terbaik doraemon. Ada beberapa episode yang muncul di film Stand by me, yaitu:

1. Malam Sebelum Pernikahan


Di episode ini, di ceritakan bahwa nobita pergi ke masa depan untuk menyaksikan upacara pernikahannya. Namun, ia salah hari. Upacara pernikahan Nobita diadakan keesokan harinya. 

Cerita yang di TV sama dengan yang di film. Mungkin kalo yang di film hanya diambil beberapa cuplikan ceritanya aja. Adegan mengembalikan anak kucing yang tersesat tidak ada disini. Adegan nobita lupa hari pernikahan dan shizuka menjumpai bapaknya sebelum malam pernikahan masih tetap ada. 



2. Hadiah Gunung Salju


Kalo yang suka nonton doraemon minggu pagi pasti pernah nonton episode yang ini. Disini nobita ingin memastikan apakah benar shizuka memang menjadi istri dia di masa mendatang. Lalu nobita pergi ke masa depan. Di masa depan dia menggantikan peran nobita dewasa yang tidak mau diajak pergi ke gunung salju karena sakit. 

Di film Stand by me, adegan gunung salju ini lebih dramatis dan lebih menarik. Kalo menurut aku, gunung salju adalah adegan terbaik film Stand by me. Nobita datang menjumpai shizuka yang sedang terpisah dari rombongannya. Masih sama dengan episode yang di TV, mereka berdua berteduh di sebuah gua. Perbedaannya adalah, di film Stand by me shizukalah yang sakit karena kedinginan, bukan nobita. Lalu nobita mencoba mencari pertolongan doraemon, tapi tidak bisa karena pintu kemana saja tertutupi oleh salju. Akhirnya nobita mengingat memori hari kejadian itu agar nobita yang dewasa mengingatnya dan segera datang ke lokasi gunung salju. Shizuka tertolong berkat nobita dewasa.




3. Kepergian Doraemon


Di episode yang ada di TV, doraemon pergi tanpa alasan yang jelas. Sedangkan di film Stand by me, doraemon pergi karena misi pogram untuk membahagiakan nobita sudah selesai. Kalo doraemon tidak pergi, maka ia tidak akan pernah bisa lagi untuk kembali ke masa depan. Perbedaan lainnya adalah pada saat malam sebelum doraemon pergi. Jika di episode TV, doraemon dan nobita tidak bisa tidur hingga memutuskan untuk berjalan-jalan mengelilingi kota. Nobita menghabiskan sisa waktunya bersama doraemon pada malam itu. Hingga nobita berjumpa dengan giant. Giant lalu berkelahi dengan nobita pada malam hari.

Di film Stand by me, cuplikan adegan tersebut terjadi pada siang hari dan tidak ada adegan menghabiskan malam bersama doraemon. Alasan Giant berkelahi dengan nobita adalah karena nobita tidak bisa membuktikan kepada giant makan pasta lewat hidung. Selebihnya, episode TV dengan film Stand by me sama. Doraemon kembali karena nobita meminum air sihir dan mengatakan "Doraemon tidak akan pernah kembali lagi".



Kejanggalan dan Mengambang

Dua kata diatas menggambarkan pemikiranku sewaktu menonton. Ceritanya mengambang hingga membuat aku bingung, apakah film ini untuk bernostalgia dengan film doraemon sewaktu kita SD atau untuk hiburan anak-anak? Jikalau konsumsi anak-anak rasanya kurang cocok aja. Soalnya di film Stand by me, malah lebih ditonjolkan adegan percintaan nobita dengan shizuka.

Doraemon di program tidak akan bisa pergi ke masa depan hingga misi untuk membahagiakan nobita berhasil. Beberapa menit kemudian, ceritanya berubah. Doraemon bersama nobita masuk ke laci untuk pergi ke masa depan. Aneh kan? 

Tapi secara keseluruhan, lumayanlah filmya. Apalagi ini pertama kali lihat film doraemon udah gak 2D lagi. Bagi yang di kotanya udah ada blitzmegaplex, segeralah menonton. Kalo yang belum, aku sarankan untuk pindah kota saja.

No comments:

Post a Comment