Dani Ikut Lomba Makan Ramen


Di postingan ini, aku mau cerita kalo Dani gagal menang di lomba makan ramen se-Jatinangor. Sedih. Oh ya, aku gak ikut dalam perlombaan makan ini ya. Semuanya udah tau kan kalo aku makannya lama. Apalagi aku gak suka makan.

Waktu ikut dalam perlombaan ini, Dani tidak mendaftarkan dirinya sendiri, melainkan aku bersama teman-temanku yang mendaftarkannya. Alasan kami mendaftarkannya, kalo kami lihat Dani makan, pasti dia paling cepat habisnya. Selain makan cepat, dia juga tahan makan makanan yang sepedas apapun. 

***

Dalam perlombaan ini, ada 14 orang yang akan menjadi saingan Dani. Sebenarnya sih pesertanya 49 orang, namun yang datang hanya 14 orang. Perlombaan ini dibagi menjadi dua grup, yaitu grup A dan grup B. Dari tiap grup, diambil tiga terbaik. Dani yang kala itu berada di grup A sukses melumat ramennya dengan cepat dan menjadi orang pertama yang lolos ke babak semifinal.

Di babak semifinal, Dani melawan beberapa orang 'lapar' di Jatinangor. Kalo nontong langsung, seru. Semuanya kayak orang kelaparan. Aku kira Dani ini adalah orang tercepat makan di dunia. Ternyata aku salah. Diatas langit masih ada langit. Ada orang kurus yang makannya dua kali lebih cepat daripada Dani. Gila. 

Dari enam orang yang berada di semifinal, Dani hanya bisa menempati posisi ke-3 tercepat. Sedangkan yang diambil untuk melaju ke babak final hanya dua orang. Pupuslah harapan Dani untuk mendapatkan uang dua ratus ribu. Tapi, ada hikmahnya Dani mengikuti perlombaan ini. Dia tidak mengeluarkan modal apapun (karena kami yang membayar uang pendaftarannya) dan dia tidak perlu makan siang pada hari itu.

Ini dia video-nya!



Maaf ya, kualitas gambarnya jelek, soalnya pake kamera hape. Hehe