Pearl of Sumatera Utara

Entah kenapa aku kepingin nge-post tentang perjalanan-perjalananku di Sumatera Utara yang sudah lumayan lama. Setelah melihat post-an blog, aku belum nge-post tentang wisata yang ada di Sumatera Utara. Padahal, aku besar dan lahir di Sumatera Utara ini. Menceritakan pengalaman perjalananku di Sumatera Utara ini seperti membuka kembali memori masa kecil dan mengingat kembali masa-masa kebersaman bersama keluarga.

Ada beberapa tempat yang pernah kukunjungin di Sumatera Utara, yaitu:

1. Danau Toba dan Pulau Samosir

 

Liburan masa kecilku sering dihabiskan disini. Dulu, pergi ke Danau Toba itu jarang direncanakan. Kalo mau pergi, ya pergi aja. Aku pertama kali pergi ke Danau Toba itu kira-kira waktu aku masih TK. Dalam pikiranku dulu, Danau Toba ini biasa-biasa saja. Sampai aku tahu, ternyata Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia. Untuk datang ke Danau Toba, kita bisa melewati rute Kota Medan-Parapat atau rute Medan-Berastagi. Waktu tempuh keduanya kira-kira mencapai empat jam-an.

Dibelakang aku itulah Danau Toba


Keunikan dari Danau Toba adalah terdapat Pulau Samosir ditengah-tengah danau. Di Pulau Samosir kita bisa menjumpai rumah adat batak yang sudah berumur ratusan tahun.Untuk sampai kesana, kita harus menaiki kapal penumpang. Foto yang dikiri adalah foto pada tahun 2011 ketika sedang berada di kapal penumpang untuk sampai ke Pulau Samosir. Waktu itu cuacanya sedang cerah, suasana hati sedang ruyam. Entahlah kenapa. Yang aku ingat, aku sedang dihibur oleh pengamen yang sedang bernyanyi lagu batak.

Di Pulau Samosir, kita bisa melihat indahnya Danau Toba lebih jelas. View-nya beda ketika berada di Pulau Samosir. Pada tahun 2011, kami hanya mengunjunginya saja, tidak sempat menginap di Pulau Samosir ini. Banyak situs sejarah yang terdapat di Desa Tomok, Pulau Samosir ini. Kita bisa mengunjungi Museum Batak Samosir, makam Raja Sidabutar, dan situs sejarah lainnya. Kira-kira 3 kami berada di Pulau Samosir. Dengan memanfaatkan waktu, kami menonton pertunjukkan sigale-gale, berbelanja, dan tak lupa berfoto di depan rumah adat yang sudah berusia ratusan tahun. Walaupun tidak semua yang bisa dikunjungi, kami tetap merasa puas. Ada hikmahnya dibalik tidak menyelesaikan semua kunjungan. Itu artinya, kami harus balik lagi kesini dan menghabiskan seluruh situs sejarah dan wisata yang terdapat di Tomok, Pulau Samosir ini di kesempatan lain.

2. Bukit Lawang

 


Pertama kali aku ke tempat ini waktu umurku empat tahun. Dulu, aku sering kesana karena ada saudaraku yang tinggal di dekat daerah Bukit Lawang. Bukit Lawang terletak di Kabupaten Langkat dan berbatasan langsung dengan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Selain itu, Bukit Lawang juga terletak di ujung Taman Nasional Gunung Leuser.






Apa yang bisa kita lakukan disini?

Banyak yang bisa kita lakukan di Bukit Lawang ini. Kita bisa trekking, bermain air di sungai, caving (gua), melihat satwa, memberi makan orangutan, dan lain-lain. Kalo aku sih hanya pernah memberi makan orangutan dan bermain air dengan arung jeram di sungainya. Terakhir kali aku kesini tahun 2010. Ada yang menarik ketika main arung jeram di Bukit Lawang. Aku pernah hampir terseret arus. Aku yang saat itu mau keluar dari ban arung jeram, malah terlempar bersama derasnya arus. Tiba-tiba saja aku bisa menahan arus air tersebut. Mungkin aku masih diberi pertolongan sama Allah.


3. Tangkahan

 


 

Bisa dibilang Tangkahan ini adalah surga tersembunyi yang terdapat di Sumatera Utara. Disini, kita bisa bermain air di Sungai Buluh. Untuk ke Sungai Buluh, kita harus menaiki getek yang terbuat dari bambu untuk dinaiki lalu kita harus menyebrang lagi menyusuri sungai. Bedanya, untuk menyusuri sungai selanjutnya kita tak perlu memakai getek, karena aliran airnya tidak deras. Jadi, cukup dengan berjalan menyusuri sungai saja. Waktu yang dibutuhkan menempuh perjalanan dari Medan ke Tangkahan kira-kira 3,5 jam.



Mama dan papaku
Selain bermain air di sungai, kita bisa melihat, ngasih makan, bahkan menaiki gajah langsung disini. Sayangnya, waktu aku datang kesini, gajahnya lagi istirahat. Jadi, kami hanya bermain air dan makan-makan di pinggir sungai. Tentunya kami selalu menjaga kebersihan. Oh ya, kalo datang kesini harus siap-siap dengan rintangan jalan yang jelek ya. Soalnya, jalannya jelek kali. Terus, di Tangkahan listrik itu kalo gasalah dibatasi hanya 12 jam. Kalian juga harus tahan gak ada listrik :))




4. Berastagi

 

Bersama keluarga besar di Berastagi
Kalo orang Jakarta punya puncak di hari weekend, kalo di Medan punya Berastagi. Kota ini terkenal dengan produksi buah-buahan dan sayur-sayuran yang memiliki mutu yang tinngi. Disini, kita bisa menghirup udara dingin dan melepaskan semua hawa panas yang terdapat di Medan. Oh ya, di sini juga ada tempat permainan semacam Dufan. Namanya Mickey Holiday. Perbedaannya adalah di Dufan panas sedangkan disini tidak. Walaupun Mickey Holiday permainannya tidak selengkap di Dufan, tapi aku suka disini. Wahana permainannya outdoor tapi cuacanya dingin.


Sedang di Mickey Holiday bersama teman-teman SMA

5. Air Terjun Sipiso-piso

 

Air tejun sipiso-piso merupakan air terjun tertinggi di Indonesia yang memiliki tinggi lebih dari seratus meter. Nama air terjun sipiso-sipiso memiliki makna yang khas. Sipiso-piso diartikan sebagai pisau karena jatuhnya air dari atas bukit seperti bilah-bilah pisau yang tajam. Untuk sampai ke dasar air terjun, kita harus menuruni tangga yang terjal dan panjang. Waktu datang kemari sih aku gak turun ke bawah. Males aja, capek. Jadinya cuma berfoto dari atas aja. Kalo kalian pergi ke Sumatera Utara, air terjun sipiso-piso ini jangan sampai terlewatkan!

Sebenarnya masih banyak wisata-wisata yang terdapat di Sumatera Utara ini. Aku baru bisa ngunjungin beberapa saja. Oh ya, aku juga pernah nge-post tempat wisata di Medan, yaitu Pertama Kali Masuk ke Dalam Istana Maimun dan Museum Tjong A Fie: Saksi Kerukunan Antar Suku di Kota Medan. Untuk melihat yang lainnya, buka aja menu Travel. Enjoy reading :)