Tangkuban Perahu dan Kebun Teh

Akhirnya udah balik ke Bandung lagi.
Jadwal kuliah udah keluar, dan waktunya masih lama. Pada tanggal 15 Agustus, aku bersama teman-teman SMA melakukan sebuah perjalanan ke sebuah tempat wisata terkenal di daerah Jawa Barat, yaitu Tangkuban Perahu.

Sebelumnya, aku mau ngucapin selamat ulang tahun buat Indonesia yang ke-69. Semoga Indonesia semakin 'dewasa' di ulang tahunnya yang ke-'69'.

Kami berangkat sekitar pukul tiga siang. Yang ikut berangkat adalah aku, Ryan, Alfath, dan Pranata. Beruntung ada teman kami, Fadhil yang berbaik hati meminjamkan mobilnya, jadi kami tidak susah-susah mencari kendaraan.

Awal perjalanan sih lancar-lancar aja. Sampai ketika ada acara karnaval menyambut 17-an, para anak-anak berparade menggunakan pakaian-pakaian adat. Pokoknya gara-gara ini jalanan lumyan macetlah.

Akhirnya kami sampai di Tangkuban Perahu pada pukul setengah lima sore. Kami diberitahu oleh penjaga loket tiketnya kalo Tangkuban Perahu tutup pada pukul lima sore. Ini artinya, kami hanya bisa berada setengah jam di sekitar kawah Gunung Tangkuban Perahu. Harga tiket untuk masuk ke Gunung Tangkuban Perahu adalah Rp. 17.000/orang. Dengan waktu yang sesingkat itu, kami sukses berfoto dengan banyak view. Untuk masalah sejarah Gunung Tangkuban Perahu ini, silahkan cari di google aja ya. Setau aku sih ini legenda, yang katanya Gunung Tangkuban Perahu ini memang perahu yang terbalik.

Setengah jam yang berharga itu tidak kami sia-siakan. Begitu sampai, kami langsung foto-foto dan keliling-keliling. Udara di sana sangat dingin. Pemandangan kawahnya agak tertutup oleh kabut putih yang lumayan tebal.





Setelah berfoto-foto kira-kira setengah jam di Tangkuban Perahu, kami pun turun. Kami lanjut pergi ke daerah kebun teh. Udara segar menghembus disana. Anehnya, tempat kebun teh ini dijadiin objek juga ternyata. Kalo mau masuk ke kebun teh harus bayar tiga ribu rupiah sama yang jaga parkir. Yaudah, kami kasih aja, karena biayanya tidak memberatkan. Di kebun teh ini, kami juga berfoto-foto.




What a gay

Ryan

Pranata

Alfath


Setelah dari kebun teh, kami langsung pulang menuju Bandung. Lumayanlah perjalanan ke Tangkuban Perahu ini, walaupun disana hanya setengah jam. Sampai jumpa di perjalanan selanjutnya!

No comments:

Post a Comment