Medan Sweet Medan

Setelah dua minggu menghabiskan puasa di Bandung, akhirnya aku balik ke Medan. Dua minggu yang sangat membosankan di Bandung, yang tiap hari kegiatanku selalu monoton akhirnya berakhir juga.

Tanggal 9 Juli kemarin, sehabis nyoblos, aku, mamaku, dan adikku pergi ke Jakarta. Kami ke Jakarta karena pesawat yang kami naiki pada tanggal 12 Juli berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta. Walaupun hanya tiga hari, kegiatanku di Jakarta lebih bermanfaat. Waktu di Jakarta dihabiskan dengan tidur di apartemen milik tanteku yang sangat pas buat tidur. Oh ya, tidur bermanfaat juga kan?

Hari kedua di Jakarta dihabiskan dengan mengawani mamaku belanja di Brotherland atau kalau orang disini nyebutnya "Tanah Abang". Ini pengalaman pertamaku datang ke Tanah Abang. Kami pergi kesana naik kereta Commuter Line yang penumpangnya lumayan ramai. Kesan pertama yang terbesit adalah 'SESAAAK'. Jarak 30 cm udah ada manusia. Perbelanjaan disana pun hanya sebentar, mamaku hanya membeli di satu toko saja. Karena desakan dari aku yang minta cepat pulang dan cuaca yang lumayan panas. DItambah lagi aku belum nyusun koper buat besok pulang.

Setelah sahur di hari ketiga di Jakarta, kami langsung mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke Bandara. Pesawat berangkat pukul 10.30 WIB, tapi kami sudah di jalan pada pukul tujuh. Ya, mamaku takut kalo terjadi apa-apa. Misalnya macet. Akhirnya Kami sampai di Bandara pada jam delapan pagi yang artinya kami harus menunggu sekitar dua jam-an sebelum pesawat take off.

'Kan udah iban bilang hari Sabtu itu Jakarta gak akan macet'
'Kita gak akan tau situasi di jalanan Jakarta, mungkin aja macet' kata mamaku

Setelah check in, kami langsung menuju ke ruang tunggu. Menunggu hingga dua jam dengan duduk lemas dan ngantuk karena bangun pagi. Karena bosan, aku buat video timelapse di ruang tunggu. Lumayan, gara-gara buat video ini waktu serasa jadi cepat.



Pesawat pun berangkat. Aku duduk di pinggir sebelah kiri jendela. Disampingku ada anak bersama mama nya yang ngomong pake bahasa rusia. Aku ngeliatin anak itu sedang menempel-nempelkan stiker di buku yang tulisannya seperti bahasa planet. Kalo liat anak ini sama mama nya ngomong udah kayak film kartun Marsha and The Bear.

Selama perjalanan aku hanya ngeliat anak rusia itu, tidur, dan membaca sebentar majalah yang disediain oleh Air Asia-nya. Aku ngeliat Informasi yang sangat penting disitu. Air Asia Indonesia mengadakan lomba blog 10 tahun Air Asia Indonesia dengan tema "Bagaimana Air Asia Mengubah Hidupmu". Hadiah juara pertama itu jalan-jalan ke Nepal, juara kedua jalan-jalan ke Penang, dan juara ketiga jalan-jalan ke Bali. Semua biaya ditanggung Air Asia! Kita hanya membayar pajak pemenang aja. Aku langsung tertarik ikut lomba ini, karena aku sudah sering naik Air Asia. Air Asia mengantarkanku dua kali ke Bali, dan keliling pulang Jawa. Manatau bisa menang, kan enak jalan-jalan gratis...

Pukul 12.40 WIB, kami sampai di Bandara Kuala Namu. Kami langsung pulang ke rumah. Medan terkenal dengan panasnya. Suhu di Medan memang berbeda dari Bandung. Sampai di rumah hal yang pertama kulakukan adalah mandi. Baru juga berapa jam di Medan langsung gerah gak karuan. Pokoknya bawaanya kepingin kena air terus. Karena udah terbiasa dengan dinginnya Bandung, nampaknya aku harus berdaptasi lagi.

Menjelang berbuka puasa, aku datang ke rumah nenekku untuk berbuka puasa bersama dengan keluarga lainnya. Hal pertama yang dikomentarin adalah "Rambutku" yang tumbuh dengan brutal diatas kepala. Di rumah nenekku ini, aku banyak dikasih uang karena aku baru ulang tahun tanggal 10 Juli kemarin. Alhamdulillah :))

Malamnya di rumah nenekku, aku disuruh ngajarin atokku menggunakan hape android  LG barunya yang menggunakan layar sentuh. Aku lumayan kewalahan ngajarinnya, karena atokku susah ngetik dilayar sentuh. Tangan atokku selalu bergetar jika mencet tombolnya, jadi tulisan yang diketik gak pas. Umur atokku ini udah 70 tahun-an dan sudah berada di kursi roda. Tapi semangatnya dengan gadget baru lumayan tinggi :))


Sekian tentang perjalanan ku menuju Medan. Semoga hari-hariku di Medan lebih bermanfaat dan tidak monoton....

No comments:

Post a Comment