Keanehan Berbelanja di Minimarket

Di rumahku yang di Medan, Minimarket seperti Indomaret dan Alfamart hanya sedikit dan jaraknya sangat jauh dari rumah. Itu yang membuat aku jarang membeli makanan dan minuman ringan. Kalo mau beli, pasti hanya ke warung kecil yang pastinya minuman seperti Mogu-mogu tidak akan dijual disana.

Beda dengan di Bandung. Disini banyak sekali terdapat minimarket. Setiap kita jalan dua meter, eh jumpa Indomaret. Jalan dua meter lagi, eh jumpa Alfamart. Jalan dua meter lagi, eh jumpa Indomaret lagi. Dan ketika balik ke rumah, eh jumpa Indomaret lagi. Dan ternyata aku baru tau kalo rumahku itu Indomaret.

Karena sekarang udah sering belanja di Minimarket, aku jadi menemukan berbagai keanehan. Waktu itu aku lagi mau beli susu kotak. Sebut saja nama susunya Ultraman.

"Ada kartu member-nya mas?"
"Gak ada mbak"
"Susu Ultraman-nya satu ya mas"
"Ya"
"Empat ribu tujuh ratus rupiah mas"
*Ngasi duit*
"Sekalian pulsanya mas?"
 ...............

NGGAK! AKU NGGAK MAU BELI PULSA MBAK! PULSA KU MASIH BANYAK.

Ini kenapa mbak-mbaknya nawarin pulsa? Kan sama sekali gak ada hubungannya dengan susu. Gara-gara kejadian itu, aku mau ngetes. Kalo kitanya memang mau beli pulsa gimana?

"Mbak, pulsa ML nya lima ribu ya...."
"Nomornya berapa mas?"
"Kosongdelapantujuhdelapanenamdelapansatutujuhkosonglimasembilandua"
"Enam ribu limah ratus rupiah mas"
"Ini mbak..."
*Ngasi duit*
"Nggak Sekalian pulsanya mas?"
 ...............

LAH, AKU KAN BARU BELI PULSA TADI MBAK, KALO MAU NAWARIN YANG LAIN AJALAH!
***

Pernah gak kalian ngalamin habis belanja di Minimarket, terus uang kembaliannya itu uang recehan. Pasti si mbak-mbaknya nawarin buat disumbangin.

"Berapa mbak?"
"Enam ribu tujuh ratus rupiah mas"
*Ngasi duit*
"Tiga ratus nya mau disumbangin?"

Bukan, bukan aku gak mau nyumbang. Tapi terkadang aku mikir apakah dana yang kita sumbang memang tepat sasaran? Atau gak malah uangnya diambil sama kasir tersebut. Makanya, disitulah penting sebuah struk belanja. Kalo gak dikasih dengan alasan tertentu, laporkan saja!

Tapi, uang kembalian buat disumbangin kayaknya masih lebih bagus, asal jelas mau disumbangin kemana. Daripada uang kembaliannya diganti permen? Kalo dikembalikan permen, kita juga beli barangnya pake permen juga. Jadi teringat, ada temanku yang saking palaknya uangnya dikembalikan pake permen, dia ngomel di depan kasir:

"Oh yaudah, ntar aku beli barangnya kesini boleh pake permen kan?!"
Mbak-mbak kasirnya langsung terdiam. 

Dan satu lagi yang mungkin aneh di Minimarket. Kenapa kondom diletakkan bagian di depan kasir? Ini bisa membuat anak-anak mengira  kondom itu makanan.

"Ma, ma. Beli itu" *sambil nunjuk kondom"
"Itu bukan makanan nak.."
"Pokoknya mau yang itu, yang ada rasa durennya!"

Bagaimana seorang mama menghadapi kejadian itu? Masa mamanya harus bilang:

"Itu sebenarnya bukan makanan nak. Itu cuma bungkus makanan perempuan dewasa"

Gak mungkin kan? :))

Mungkin tujuannya adalah biar yang mau beli kondom nggak harus nyari di bagian tempat apa. Eh, tapi bingung juga. Kondom itu masuk kategori apa ya? Obat-obatan? Makanan? Minuman? atau Pakaian?

Tapi, apakah orang yang membeli kondom itu gak malu sama kasirnya? Jadi kebayang:

"Ini mbak..." *ngasih kondom tapi gak eye-contact sama kasirnya, terus pasang muka kebawah*
"Tujuh ribu dua ratus mas" *Mbak-mbaknya seneng-seneng aja, sambil senyum*
"Ini mbak"
*Ngasi duit"
"Nggak sekalian pulsanya mas?"

Lah, ini kenapa jadi pulsa lagi -___- Seharusnya mbak-mbaknya menawarin hal yang lebih variatif dari pulsa. Misalnya:

"Ini mbak..." *ngasih kondom tapi gak eye-contact sama kasirnya, terus pasang muka kebawah*
"Tujuh ribu dua ratus mas" *Mbak-mbaknya seneng-seneng aja, sambil senyum*
"Ini mbak"
*Ngasi duit"
"Nggak sekalian ceweknya mas?"

Sekian!