Dani Beserta Nyamuk, Kamus dan Ensiklopedianya

Lama-lama blog ini jadi blognya si Dani lagi.

Hmm, jadi minggu lalu ketika ada ujian praktikum mata kuliah Perlindungan Tanaman, Dani datang dengan motornya ke kampus sambil membawa ensiklopedianya dan kamus bahasa jepangnya.

"Kenapa Dani datang dengan motornya dan gak dengan mobil barunya?"


Nice question. Ada beberapa alasan kenapa Dani datang pake motor. Yang pertama mobilnya ditarik oleh pihak kredit karena tidak membayar tagihan. Yang kedua adalah mungkin Dani tidak memiliki bensin. Oke, alasan yang paling logis adalah Dani tidak memiliki bensin. Kenapa? Karena mobilnya itu tidak dibeli secara kredit. Melainkan beli secara cash melalui pinjaman uang dari Bank. Oh ya,sedikit cerita nih. waktu Dani mau beli mobilnya yang baru, dia memfoto rekening Bank bapaknya sambil buat status "Waduh, repot juga besok bawa uang sebanyak ini". Terlihat saldo rekening sebesar 55 juta. Aku sih gak fokus ke jumlah saldonya, fokusnya ke bayangan wajahnya yang terpantul dari layar ATM. Tren selfie baru dimulai. Kalo dulu selfie di tempat tidur, restoran, atau di tempat-tempat yang pemandangannya bagus. Beda dengan Dani. Dia lebih memilih jalur antimainstream, yaitu selfie di mesin ATM.

Lanjut cerita tentang ensiklopedia dan kamus. Saat itu, Dani datang terburu-buru ke kampus dengan niat agar tidak terlambat mengikuti ujian. Saking buru-burunya, bayangan dia terlambat dari jalannya dia. Hebat memang si Dani ini. Saat itu, aku sedang belajar di kantin. Tiba-tiba, Dengan semangat 45 Dani mengeluarkan ensiklopedianya yang kira-kira tebalnya dua kali dari novel Harry Potter. Pertanyaan pun muncul.

"KAU NGAPAIN BAWA ENSIKLOPEDIA SETEBAL ITU DAN?"

 

"MOTIVASIMU BAWA ITU APA?"

 

Katanya sih dia mau belajar serangga di ensiklopedia itu.
Niat iseng merasukiku. Aku mewawancarai harga bukunya. Setelah aku wawancarai, harga ensiklopedia-nya itu 700 ribu. Uang segitu tuh bisa makan selama sebulan bagi anak kos. Tapi, tujuan dibelinya buat apa sih -__-

Oh ya, ujian Perlindungan Tanaman itu kebanyakan tentang pengenalan serangga. Kita belajar tipe alat mulut, tipe sayap, dan lain-lain. Tapi di ensiklopedia Dani yang tentang serangganya sama sekali gak ada hubungannya dengan ujian. Udah itu, si Dani salah buka halaman lagi. Jadinya dia buka ensiklopedia bagian tentang elektronik. Ini maksudnya si Dani apa coba? Dikiranya serangga itu barang elektronik?

Ensiklopedia Dani yang berisi barang elektronik


Dani sedang membaca ensiklopedianya.

Belum lagi dia menunjukkan barang baru dia, yaitu kamus bahasa Jepang. Ketika Semua teman-teman lagi belajar buat ujian praktikum Perlindungan Tanaman, eh dia malah ngeluarin kamus bahasa Jepang. Gak tau juga alasan dan motivasi dia bawa kamus itu. Pokoknya sudah kewajiban Dani membawa barang baru ke kampus dan menunjukkannya pada kami.

Kamus bahasa Jepang punya Dani

Ngomong-ngomong tentang serangga, si Dani ini ternyata bersahabat dengan serangga! Dia gak cuma bersahabat dengan ikan (lagi-lagi Dani manusia ikan). Sahabatnya adalah nyamuk. Jadi tadi dia lagi main laptop di lantai. Lalu, seekor nyamuk hinggap di tangannya. Sebelumnya, aku mau ngasih pertanyaan dulu buat pembaca blog ini.

Apa yang kalian lakukan jika nyamuk hinggap di tangan kalian?

A. Menepuk nyamuk tersebut hingga mati
B. Membiarkannya

Pasti kalian memilih jawaban A. Pilihan A merupakan pilihan yang sangat logis bagi kita semua. Tapi tidak berlaku untuk Dani... Dani lebih memilih pilihan B. Maaf. Sekali lagi, aku harus mengatakan:

"MOTIVASIMU APA DAN?"

 

Malahan dia bangga nunjukin ke kami. Semua teman-teman disuruh melihat nyamuk yang sedang menghisap darahnya. Katanya sih si Dani kepingin liat proses nyamuk tersebut menjadi gemuk karena menghisap darah. Ini apa coba...

Dani dengan nyamuknya. Motivasimu apa dan?

Masih banyak cerita tentang dani. Hari Sabtu kemarin, dia tidak mengikuti ujian praktikum evaluasi lahan. Tau gak alasannya kenapa? bukan, bukan karena dia gak ada bensin. Alasannya adalah...

"DIA MAU PERPANJANG STNK MOTOR-NYA YANG SUDAH MATI!!

 

Hebat si Dani ini. Dia rela gak ikut ujian praktikum demi tidak terkena denda. Kalo menurut aku sih kenapa dia gak nitip perpanjang STNK ke ayahnya, ibunya, kakaknya, abangnya, adiknya,omnya, tantenya, kakeknya, neneknya, buyutnya atau apalah itu. Setidaknya dia nitip ke saudaranyalah. Ini dia rela gak ikut ujian praktikum hanya karena itu. Mungkin motivasinya "Biarlah aku dapet nilai C, asalkan aku gak kena denda" Mungkin dia gak mau rugi uangnya keluar. Daripada bayar denda, mending uangnya bisa untuk beli bensin :))

Yaudah sekian dulu cerita lelucon tentang Dani. Semoga bermanfaat dan membekas di hati kalian semua. Oh ya, mohon doanya ya. Sekarang aku lagi mengikuti UAS.

Assalamualaikum!