Agro F ke Dufan!

Berawal dari keinginan para anak-anak Agro F yang ingin menjernihkan pikiran sehabis UAS, maka dideklarasikanlah bahwa kami akan pergi liburan ke Dufan pada tanggal 25 Juni kemarin.

Awal-awal, banyak yang mau ikut. Eh tiba-tiba pas udah deket hari H yang jadi ikut hanya 11 orang. Berangkatlah kami hanya dengan dua mobil. Ada yang di mobil Veny dan ada yang di mobil Anggi. Kebetulan aku berada di mobil Veny.

Rencana untuk pergi yaitu subuh-subuh jam enam. Tapi namanya juga manusia, jadi berangkatnya jam tujuh. Sebenarnya aku sih yang buat terlambat HAHAHA. Aku ngiranya mereka bakalan telat, jadinya aku yang sengaja lama-lamain pergi. Dan ternyata, mereka semua sudah nunggu di Pasteur.

Di perjalanan menuju Dufan, awalnya ada aku, Alvin, Riri, Ichsan sama Veny. Tapi, ketika jumpa sama teman yang lain di rest area, posisi jadi berubah. Yang di mobil Veny ada Aku, Lamza, Alvin, Ichsan, Veny. Riri pindah ke mobilnya Anggi. Di mobil Anggi ada Anggi, Riri, Yuli, Bilqis, sama Boli. Ada satu lagi yang ikut, yaitu Mayang. Mobil Anggi yang menjemput dia.



Semua diantara kami tidak ada yang tahu arah mana jalan ke Dufan. Aku sih dua tahun lalu pernah ke Dufan, tapi gak mungkin juga kan aku hafal jalannya? Jadinya kami mengandalkan papan petunjuk jalan yang terdapat di jalan tol. Sempat ada adegan kesasar juga. Waktu itu si Alvin nanya ke bapaknya jalan ke Dufan lewat arah mana. Entah si Alvin yang salah mengartikan atau bapaknya yang salah mengartikan, akhirnya kami kesasar di daerah Pondok Gede :))

Di perjalanan, kami membuat beberapa video, diantaranya:





Gimana? gila kan? :))
***

Kami sampai di Dufan sekitar jam 12-an. Disana, terlihat banyak manusia yang mengantri tiket. Karena aku orangnya gak mau lama menunggu, jadi aku gak mau ngantri tiket. Setelah mengantri, akhirnya kami masuk juga ke Dufan.

Yang pasti ini bukan tanganku

Wahana yang pertama kali naiki adalah Halilintar. Roller Coaster ini cukup membuat aku dan teman-teman lainnya menjadi pusing. Aku sih gamasalah takut sama berbahayanya, tapi masalah pusingnya.

Halilintar



Wahana kedua yang kami naiki adalah Hysteria. Hysteria ini wahana yang bikin kita pusing juga. Soalnya kita secara tiba-tiba dinaikkan ke atas, lalu secara tiba-tiba juga diturunkan. Permainan ini tidak disarankan untuk yang lagi ngincar gebetan. Karena, permainan ini membuat kita di PHP-in. Kadang kita diatas yang selalu dipuji-puji, kadang juga kita secara tiba-tiba dijatuhkan oleh gebetan kita :(

Hysteria

Waktu udah semakin sore. Dan kami baru bermain dua wahana. Rasanya agak malas untuk mengantri wahana. Tapi, karena takut rugi, kami pun melanjutkan bermain. Kalo kami pasrah, masa harga satu wahana 125 ribu? rugikan?

Setelah makan siang, kami lanjut berburu wahana. Wahana kali ini yang diantri adalah kora-kora. Wahana permainan ini disebut juga dengan perahu ayun. Berupa perahu besar yang berayun ke depan dan ke belakang cukup kencang. Sempet turun hujan hingga permainan ini diberhentikan sementara. Kami yang terjebak di antrian tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal tinggal satu antrian lagi kami main, eh taunya hujan. Yaudah, kami nunggu hujan reda. Kira-kira setengah jam baru dioperasikan wahana kora-kora ini lagi.

Lanjut, kami ke wahana istana boneka. Di wahana ini terdapat banyak boneka yang sedang memakai baju khas dari negara-negara. Kita ngeliatnya sambil naik semacam sampan.



Kira-kira kami berada di Istana Boneka selama 20 menit. Begitu keluar eh langit udah mulai gelap. Kami pun segera mencari wahana lainnya. Yang kami kunjungi selanjutnya adalah Rumah Jail atau sering disebut rumah cermin. Jadi, kalo kita masuk, didalam rumah itu terdapat labirin yang memiliki banyak cermin. Kita bakalan susah untuk menemukan jalan, soalnya banyak jalan buntu. Terlebih lagi karena pantulan dari beberapa cermin yang membuat kita bisa 'terjebak'. Untungnya, si Lamza udah hafal jalan keluarnya. Mungkin udah sering kesini dia.




Setelah menemukan jalan keluar, kami lanjut ke wahana Tornado. Ya, wahana ini bikin pusing setengah mampus. Aku, Alvin, dan Ichsan gak ikut main wahana ini. Alasan utamanya sih 'takut pusing'. Kita main buat senang-senang kan? Bukan mau nyari penyakit kan? Jadinya aku hanya menonton teman-teman lainnya bermain sambil kurekam. Ini nih videonya:



Kira-kira lima menit menunggu, akhirnya teman-teman lainnya selesai bermain. Yaudah, saatnya melanjutkan berburu wahana! Wahana tujuan kali ini adalah Niagara. Disini, kami diajak meluncur ke dalam kubangan air dengan perahu dari ketinggian beberapa meter. Begitu perahu meluncur ke kubangan air, kami yang berada di perahu basah semua. Aku sama Lamza sempat mendengarkan orang bilang "Kalo yang berada di depan gak akan basah". Makanya aku sama Lamza duduk di bagian depan. Setelah meluncur, teori tersebut salah. Yang paling depanlah yang paling basah. Sial.

Terdengar pengumuman bahwa Dufan tutup jam delapan malam. Tanpa mikir panjang, kami langsung melihat wahana apa yang ngantrinya tidak terlalu ramai. Sampailah kami di wahana Arung Jeram. Sesuai namanya, kita dibuat seolah berada di aliran sungai yang mempunyai arus yang deras. Dua kata yang mendeskripsikan wahana ini adalah 'basah parah'. Sebelumnya, kami udah terkena basah di wahana Niagara. Selesai di wahana Arung Jeram kami mandi. Udah kayak mandi wajib basahnya.


Dua puluh lima menit lagi Dufan akan tutup. Kami sudah merencanakan setelah main Arung Jeram kami mau main Bianglala. Tapi sayang, ketika kami datang Bianglala sudah tidak beroperasi lagi. Alasannya karena cuaca buruk. Memang sih, tadi siang hujannya lumayan deras. Yaudah, kami memutuskan untuk bermain di wahana Turangga-rangga atau dengan nama yang familiar 'komedi putar'. Karena ini wahana terakhir kami, kami pun melakukan sesi foto-foto. Malahan kami gak peduli sama komedi putarnya, kami malah turun dari kuda lalu berfoto-foto. Pokoknya pada saat itu suasananya sangat mendukung. Kebetulan ada band yang sedang membawakan lagu-lagu dari The Beatles seperti yesterday, imagine, Let it be, dan lain-lain.

Lamza dan aku


 Selesai ber-komedi putar, kami pun bersiap-siap untuk pulang. Sebelum itu, mari kita foto-foto lagi :))


Akhirnya, selesai juga. Dari yang kami kira hanya akan bisa bermain dua wahana, terakhirnya malah jadi lumayan banyak. Setelah keluar di Dufan, kami segera pulang. Rencana kami mau makan malam dulu. Karena udah kemalaman, gakjadi. Kami terpisah di dua mobil lagi. Mobil Veny ada aku, Ichsan, Veny, Riri dan sang supir, Alvin. Di mobil Anggi ada Mayang, Yuli, Boli, Lamza, dan Anggi.

Di jalan pulang, kami yang berada di mobil Veny sempat kesasar gatau jalan. Untungnya ada papan penunjuk jalan. Di mobil, kami bercerita banyak supaya gak ada yang ngantuk. Kasian nanti si Alvin nyetir sendirian. Eh gataunya aku yang tidur -__-. Aku sempat terbangun lagi ketika terjadi macet di jalan tol. Ternyata penyebabnya ada kontainer terguling. Beruntungnya kami kontainernya terguling bukan di arah kami, tapi diarah sebrang. Kasian yang di sebrang. Macetnya panjang kira-kira dua puluh kilometer lebih, dan terlihat semua mobil mematikan mesinnya.

Akhirnya kami sampai di Bandung sekitar jam setengah dua pagi. Terimakasih Agro F atas liburannya!
Oh iya, ini kemarin aku iseng-iseng gak ada kerjaan buat video :))





No comments:

Post a Comment