Review Film Marmut Merah Jambu



Akhirnya sempet juga nonton ini film. Aku nontonnya sendirian ketika lagi di Botani Square, Bogor. Memang aneh sih kalo nonton sendirian. Tapi, aku sangat puas tertawa sepanjang cerita waktu nonton film ini :))

Film ini adalah film yang diangkat dari buku ke-5 Raditya Dika. Ada yang tau gak Raditya Dika itu siapa? Dia itu yang nge-blok aku di twitter (loh?). Ini dia postingannya

Pada film kali ini, Raditya Dika langsung membesut film ini sendiri. Dia adalah sutradara sekaligus pemain dalam film ini. Sudah bisa ditebak, kalo ceritanya bakal asyik karena ceritanya langsung dibuat dari penulis aslinya.

Sebagai penyuka buku radith, aku langsung melihat perbedaan-perbedaan antara buku dengan film. Di film ini, ada beberapa bab cerita yang sama seperti di buku. Seperti cerita telpon-telponan untuk nembak, adegan tentang grup detektif, dan cerita tentang surat misteri ketua osis. Tapi tetap aja, cerita di film ini jauh berbeda dari bukunya.

Aktor-aktor dalam film ini juga keren dan lucu. Ada Christopher Nelwan yang berperan sebagai Dika SMA, ada juga mantan member JKT48 Sonya Pandarmawan yang berperan sebagai Cindy (untung udah pernah foto bareng sama dia :p), dan ada juga Julian Liberty yang berperan sebagai Bertus. Aku sangat suka dengan yang memerankan si Bertus. Dia punya karakter ke-sotoy-an yang tingkat dewa, lalu aksi dia yang gak jelas sukses buat aku dan penonton yang lainnya tertawa satu bioskop.

Ini nih penyemangat nontonnya
Ada beberapa cameo yang muncul. Seorang blogger terkenal, Benakribo dengan kepala yang miring terus ingusan terlihat sangat cemen ketika adegan memecahkan surat misteri ketua osis. Ada juga artis youtube yang turut diajak bermain dalam film ini, seperti Bayu Skak, Jovi dan Andovi da Lopez.

Review

Raditya Dika datang membawa seribu origami ke rumah Ina yang merupakan cinta pertamanya sewaktu SMA. Berjumpalah Dika dengan bapaknya Ina (Tio Pakusadewo). Namun, bapaknya Ina curiga kepada Dika karena akan merusak acara pernikahan putrinya yang akan diadakan besok. Dika pun menjelaskan maksud dan tujuannya datang. Akhirnya ayah Ina memberi kesempatan kepada dika untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Flashback, Dika dan Bertus merupakan dua sahabat yang cemen sewaktu SMA. Akhirnya mereka berusaha terlihat populer di SMA seperti teman sekolahnya, Michael yang wangi, ganteng, dan mempunyai rambut yang bagus. Dengan saran bapaknya dika (Bucek Depp), mereka pergi ke sekolah dengan memakai sepatu roda, memakan permen karet, dan memakai celana SMA yang gembor. Namun, mereka malah mendapat masalah karena membuat keributan hingga mereka diberi hukuman CUTE (cubit tete) oleh temannya. Kejadian ini membuat Dika dan bertus harus dibawa ke UKS hingga membuat Dika berjumpa pertama kali dengan Ina (Anjani Dina).

Demi membuat Ina menyukai Dika, maka Dika harus menjadi populer. Selanjutnya, Bertus dan Dika membuat grup detektif sekolahan yang bernama "Tiga Sekawan". Cindy ikut bergabung dengan grup ini karena ia tertarik dengan hal detektif-detektifan. Akhirnya, dengan bantuan Cindy yang cerdas, mereka berhasil menjadi populer di SMA.

Hingga adanya satu kasus dari kepala sekolah (Jajang C. Noer) yang belum terpecahkan, yaitu terdapat grafiti bergambar iblis dengan isi tulisan yang tidak dipahami. Isi tulisan tersebut adalah "AKU MURIDMU TAK BOSAN MENYANGKA KAMU JATUH SELAMA CINTA SEKOLAH SEMUDAH MELENYAPKANNYA INI TERUNTUK KEPADA SEKOLAH SAHABAT KEPALA BARUKU". Tulisan tersebut jika dibaca per dua kata akan menghasilkan sebuah kalimat pengakuan cinta. Kepala sekolah menganggap tulisan ini menjelekkan dirinya. Akibat adanya kasus ini, persahabatan antara Dika, Bertus, dan Cindy menjadi pudar. Dika mulai melakukan segala cara untuk mendapatkan hati Ina, yaitu dengan memfitnah Michael sebagai dalang pembuatan grafiti ini. Dengan cara ini, mungkin Ina dapat menjauhkan dirinya dari Michael. Disisi lain, Cindy mulai jatuh cinta pada Dika.

Kembali ke depan, Dika membuka buku tahunan untuk mengetahui nomor telpon Bertus. Mereka bertemu lalu datang melihat grafiti yang terdapat di sekolah lamanya. Dengan melihat seksama, akhirnya dika menyadari bahwa grafiti tersebut bukan ditujukan buat kepala sekolah.

Hari pernikahan Ina pun tiba. Dika datang bersama Bertus yang ditemani dengan dua istrinya. Disinilah terjadi kejutan. Michael yang dulu terkenal dan digemari di sekolah, sekarang dia malah menjadi pelayan pengangkat piring kotor di pernikahan Ina. Dika tidak menyangka melihat kejadian ini. Sampai akhirnya Dika melihat Cindy yang juga datang di pernikahan Ina. Dika menyapa Cindy lalu sambil mengeluarkan sapu tangan bergambar marmut. Dika pun menjelaskan kasus grafiti yang tidak bisa dipecahkan ketika SMA. Dengan sangat yakin Dika memberitahu bahwa yang membuat grafiti tersebut adalah Cindy sendiri. Gambar yang disangka iblis ternyata itu adalah seekor marmut berwarna merah jambu. Tulisan yang tidak jelas itu ternyata adalah sebuah kode yang jika dibaca seksama akan menghasilkan tulisan perasaan cinta. Cindy pun mengakui hal tersebut. Akhirnya, setelah memendam beberapa tahun, Dika  mampu mengetahui isi hati Cindy.
----

Itulah review dariku. Pokoknya film ini keren, endingnya gak nyangka bisa sekeren itu. Sebagai pertama kali menjadi sutradara, radith sudah terbilang sukses. Pesan yang bisa kuambil adalah "Kita harus jujur dengan perasaan kita". Habis nonton film ini, aku serasa kembali ketika SMA. Yang membuat nuansa film ini serasa kembali ke SMA adalah lagu Anugerah Terindah dari Sheila on 7 sebagai Soundtrack-nya. Ada quote bagus dari Cindy, yaitu "Cinta itu kayak marmut lucu warna merah jambu, yang berjalan di sebuah roda seolah berjalan jauh tapi gak kemana-mana dan gak tahu kapan berhentinya". Pokoknya film ini wajib ditonton bagi yang ingin mengingat cinta pertamanya ketika SMA.
Ini nih salah satu dari O.S.T Marmut Merah Jambu. Yang nyanyi si Christopher Nelwan sendiri.



Ada yang udah nonton juga? bagaimana menurutmu filmnya?