Kunci Gembok Yang Tertinggal

Hari ini, sebuah kejadian konyol dari Dani kembali terjadi. Sebelum cerita tentang kejadian hari ini, aku mau ngasih tau hal-hal apa saja yang pernah Dani lakukan.

Dani pernah nyeduh kopi pake air Aqua dingin ketika ada acara pembinaan di kampus. Si Dani juga jarang makan siang, alasannya karena dia gak punya uang. Padahal, si Dani ini baru punya mobil baru. Kenapa gak punya uang? Dia bilang itu adalah "PENGORBANAN" demi sebuah mobil. Ya, uang jajan dia dikurangi dari 20.000 menjadi 15.000 per hari. Dani juga pernah cerita, kalo dia sekarang tiap malam dibangunin oleh ibunya untuk Shalat Tahajud. Dia diminta ibunya untuk berdoa supaya cicilan mobilnya lancar. 

Adalagi kelakuan dia yang aneh. Dani pernah memberitahu aku kalo dia itu gak pernah boker (BAB) di rumah orang! Dia mengatakan itu adalah sebuah prestasi. Pernah suatu hari dia sakit perut dan menahan boker ketika sedang berada di kos-anku. Aku udah mempersilahkan tinjanya dikeluarkan di kamar mandi kos-anku. Dia tetep gamau. Dia bersikeras untuk mengeluarkannya di rumahnya. Padahal kan itu bukan rumah dia. Itu adalah rumah orangtuanya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Dani akan boker ketika dia sudah memiliki rumahnya sendiri.

 ***
Tadi pagi, aku kuliah dengan matkul KTNT (Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman) dan Sosiologi Pertanian. 2 mata kuliah yang masing-masing 2 SKS ini cukup membuat aku ngantuk dan lapar. Maklum, tadi pagi aku gak sempat sarapan. Untung ada kejadian yang membuat aku tertawa dan gak habis pikir dengan kelakuan si Dani ini. Dani menggembok motornya, tapi kunci gemboknya ketinggalan dirumah. Niat aman malah berujung kesengsaraan. Akhirnya kami menunda acara makan siang bareng. Kami sekarang fokus bagaimana memecahkan masalah Dani ini :))

Dani yang pura-pura malu

Ban motor Dani yang tergembok

Raut wajah Dani kelihatan kebingungan dan merasa menyesal. Hari itu juga aku dengar dani bilang "ANJRIIIT". Kalimat itu membuat aku tertawa karena biasanya Dani gapernah ngomong itu. Aku bukannya gamau mengerti permasalahan dan perasaan dia, tapi si Dani ini selalu ada-ada aja kelakuannya.

Dengan mengeluarkan segala macam jenis obeng, Adit yang dibantu Lamza mencoba membuka gembok tersebut. Sudah bisa ditebak, memang tidak bisa. Akhirnya kami makan siang dulu. Urusan motor Dani nanti pasti ada yang mengantar dia ke rumah untuk mengambil kunci gemboknya.

***
Kami pun sampai di Rumah Makan Padang. Temen-temenku yang lain semuanya mesen dan makan. Ada yang tau siapa yang gak makan? Ya betul, si Dani Manusia Ikan yang gak makan (eh itu Deni). Padahal aku udah niat ngasi minjam uang ke dia, tapi tetep aja dia gak mau. Dengan muka lemas, Dani menonton kami makan dengan lahap. Maafkan kami Dani, kami sudah berusaha untuk mengerti sifatmu. Tapi, memang sifatmu aneh :))

Dani pun pulang ke rumahnya dengan bantuan motor salah satu temanku juga, Ichwang. Kira-kira satu jam kemudian, dia muncul di depan kos-anku. Dengan celana gembor dan baju batik, akhirnya, dia datang kesini dengan selamat. Sekarang, hanya satu permasalahan dia. Sampai rumah tadi dia belum sempat makan siang!

Gak ngerti lagi dengan kelakuan Dani. Semoga engkau tetap menjadi Dani yang sekarang ini dan menjadi Dani yang punya kelakuan yang konyol. Jangan pernah berubah, karena hanya kau yang bisa buat kami tertawa :))

Muka manyun