Kings of Europe: Real Madrid


Tes... tes... tes 1.. 2.. 3..

SELAMAAAAT BUAT REAL MADRID YANG TELAH MENJURAI LIGA CHAMPIONS KE-10 NYA!!!

Final yang berlangsung dini hari tadi mempertemukan derby se-kota, yaitu Real Madrid vs Atletico Madrid. Real Madrid tampil dengan skuat lengkap, hanya minus Xabi Alonso saja. Sedangkan Atletico Madrid harus bermain tanpa Arda Turan dan Diego Costa. Sebenarnya Diego Costa sempat bermain, namun akibat belum pulih 100%, dia diganti pada menit ke-8.

Aku nobar di kosan Alfath dan Pranata. Yang ikut nonton ada Bagus, Alfath, Pranata, Daniel, dan Dimpos. Secara keseluruhan, pertandingan ini sangat seru. Real Madrid yang  mendominasi pertandingan dari menit awal malahan harus kebobolan terlebih dahulu oleh Diego Godin. Iker Casillas kala itu melakukan blunder maju ke depan hingga membuat sundulan Diego Godin terlebih dahulu masuk ke gawang. Atletico Madrid pun unggul hingga akhir babak pertama.

Pada babak kedua, banyak drama yang terjadi di pertandingan ini. Puncaknya adalah gol dari Sergio Ramos pada menit ke-92 Injury Time. Ramos yang seharusnya menjadi back di belakang, tiba-tiba muncul di depan dan langsung menyundul bola yang berasal dari sepakan pojok. Sontak, aku dan teman-temanku berteriak dengan keras kayak TOA hingga membuat suaraku hampir habis.

Gol ini pun mengandaskan mimpi Atletico Madrid untuk juara yang hanya menunggu waktu habis. Setelah gol tersebut, Casillas mencium Sergio Ramos. Bisa dibilang Ramos pahlawan bagi Real Madrid pada menit itu. Skor 1-1 hingga akhir babak kedua. Pertandingan akan dilanjutkan dengan babak extra time.

Casillas mencium Ramos sebagai ungkapan terima kasih

Pada babak extra time pertama, skor masih tidak berubah 1-1. Hingga pada menit ke-109, pertandingan babak extra time ke-2 baru berjalan 4 menit, Bale mencetak gol kedua Real Madrid. Ini didahului oleh serangan melalui Di Maria. Gol ini merupakan gol ke-6 Bale di Liga Champions.

Bale mencetak gol ke-6 nya di Liga Champions

Memang sepakbola ini tidak bisa ditebak. Bola itu bundar. Real Madrid yang sebelumnya tertekan malahan terus menyerang di akhir babak extra time. Pada menit ke-118, Marcelo yang tampil sebagai pemain pengganti berhasil menjebolkan bola ke gawang Atletico Madrid. Tidak ada yang mengawal pergerakan dari Marcelo. Skor 3-1 untuk Real Madrid. Dengan gol ini, Real Madrid sudah bisa tenang. Pasalnya, mereka unggul 2 gol dan waktu yang tersisa hanya tinggal 2 menit lagi.

Marcelo bebas menendang tanpa ada yang menghalangi

Dengan waktu yang tersisa hanya 2 menit lagi, Real Madrid malah menambah gol lewat pinalti. Ronaldo yang mengambil tendangan pinalti ini pun memastikan kemenangan Real Madrid menjadi 4-1. Selebrasi gol Ronaldo mirip dengan selebrasi yang khas oleh Balotelli. Yaitu buka baju, menunjukkan six pack-nya

Balotelli jilid dua
Setelah gol Ronaldo, pertandingan sempat dihentikan karena terjadi keributan antara Diego Simeone dengan Varane. Diego Simeone memasuki lapangan dan mendatangi Varane. Simeone berpendapat bahwa Varane melakukan gestur yang membuat dirinya menjadi marah. Simeone mengakui bahwa gestur tersebut menjadi puncak amarahnya akibat rasa pahit gagalnya mencapai target.

Priiiit priiit priiit. Pertandingan pun selesai. Sejarah baru tercipta. Real Madrid menjadi klub pertama yang berhasil menjuarai 10 kali Liga Champions. Ronaldo menjadi top skorer terbanyak di Liga Champions dengan perolehan 17 gol.

Merayakan gelar ke-10 Real Madrid di liga Champions

Untung aja Real Madrid menang. Kalo kalah, Real Madrid sudah dipastikan akan rugi karena baju kaos La Decima nya gak bisa dipakai :)) 

Setelah pertandingan tersebut, aku dan teman-temanku langsung tidur. Tidak sia-sia menonton pertandingan ini.

Ini nih foto-foto juara Real Madrid:

Ramos membawa bendea Spanyol.

Lagi-lagi Bale salah seorang penentu kemenangan

Iker berterima kasih kepada Marcelo

La Decima!

Mengangkat Ancelloti sebagai ungkapan terima kasih

Carlo Ancelloti berhasil meraih gelar Liga Champions-nya yang ketiga