Kentut Adit dan Ulang Tahun Dani

Mari kita mulai dengan cerita "Kentut Adit"

Aku dan Adit lolos ke tahap selanjutnya dalam penerimaan calon anggota muda Himatan. Sebelum sampai ke proses malam puncak, maka Himatan melakukan Binjas (Bina Jasmani). Kegiatan Binjas ini adalah kegiatan semacam olahraga untuk meningkatkan daya tahan fisik dengan tujuan daya tahan tubuh menjadi kuat saat acara puncaknya.

Kemarin, acara binjas nya adalah mengelilingi kampus Unpad. Dengan tubuh yang kurus kering ini, sukses membuat aku ringan dalam berlari. Pada saat itu aku terpisah dengan Adit dalam berlari, dan baru jumpa lagi ketika memasuki wilayah kampus Fakultas Pertanian.

Disinilah cerita itu dimulai....

Kami akan melakukan pendinginan sehabis berlari. Aku saat itu memilih tempat paling pojok dibelakang Adit. Pertama sih tidak ada kejadian apa-apa. Semua rangkaian pendinginan kami lakukan dengan biasa saja. Hingga pada saat kami disuruh untuk menaikkan kaki ke atas dengan badan berbaring. Pada saat itu aku tepat dibelakang Adit. Terjadilah percakapan antara aku dan Adit.

"Ini yang bikin sakit bukan naikin kakinya, tapi punggung kita kena Aspal" kataku.

"Bruuuuut"

"Kau kentut ya dit?"

"Iya, hahaha" dia menjawab tanpa beban dan dosa yang ada di pantatnya.

Memang kentutnya gabau sih. Mungkin karena ada teori "Kalo kentutnya bersuara berarti gak bau, kalo kentutnya gak bersuara berarti bau"

Entah siapa yang mencetuskan teori itu. Tapi, teori ini ada benarnya.

Setelah kejadian itu, aku pun juga tertawa melihat aksi kentutnya yang brutal tepat didepan kepalaku. Aku mengambil pelajaran dari kejadian ini. Olahraga juga mempercepat reaksi-reaksi yang ada di perut. Selain itu, olahraga juga membuat kita sehat. Karena, "Di dalam tubuh yang sehat terdapat kentut yang kuat"
----

Malamnya, aku, Adit, Lamza, Ichsan, Alvin, Ichwang, Tri, Veny, Bilqis mau datang ke acara syukuran ulang tahun yang ke-19 Dani.

Si Dani ini kasian, yang ngucapin selamat ulang tahun ke dia sedikit. Hingga, aku paksa orang-orang yang ada di kelas untuk ngucap selamat ke dia.

Lalu, aku dan Lamza bilang  ke Dani nyuruh traktir makan-makan. Entah  kenapa pada saat itu si Dani nyuruh ibunya untuk buat makanan. Pertama gak percaya. Si Dani menunjukkan isi sms nya ke ibunya. Kira-kira begini isi sms-nya :

"Bu, temen-temen mau dateng ke rumah boleh gak?" *dengan bahasa sunda*

Dia ngirim sms yang ketiga kali baru di balas sama mamanya. Karena telah mendapat persetujuan, kejahatan jahil pun timbul. Aku pura-pura minjem hape dani dan menanyakan password Line-nya. Si Lamza lah yang melakukan kejahatan ini. Dia membajak dengan mengirimkan sebaran undangan ulang tahun Dani.

Menyebarkan di grup Angkatan

Menyebarkan di grup kelas
 Dan berikut balesan dari anak-anak kelas Agro F:



Anak sekelas gapercaya. Tapi, sebenarnya anak sekelas memang diundang. Kalo yang di grup angkatan itu memang merupakan suatu kejahilan....

Hingga sampailah kami dirumah Dani. Ada perasaan gak enak juga, karena kami bilang yang datang sekitar 15 orang. Ibunya si Dani malah masak banyak kayak orang pesta kawinan. Kasian ibu Dani...

Makan malam itu kami habiskan dengan lahap. Kayaknya masing-masing ngambil tiga ayam. Kasian ibu Dani...

Sehabis makan, kami mengerjakan tugas Pancasila. Ibu dan bapaknya Dani sudah gak kelihatan. Mungkin udah tidur. Karena udah kemalaman, niat untuk nginap pun muncul. Saat kami bilang mau nginap, si Dani terlihat cemas. Karena, katanya baru pertama kali ada kawan yang nginap. Terus, kata si Dani bapaknya tadi ada keluar kamar ngeliat kami di bawah. Ditambah lagi, si Dani takut kena marah ibunya. Kasian ibu Dani...

Tanpa pamitan sama orangtuanya Dani, kami memutuskan untuk pulang. Waktu  itu sekitar jam sebelas malam. Orangtua Dani bener-bener gak kelihatan lagi. Hanya tinggal adik si Dani yang ada. Kasian ibu Dani...

Besok paginya, aku nanya-nanya ke Dani tentang kejadian semalam. Dia  pun cerita kalo sehabis kami pulang, ibu sama bapaknya langsung keluar dari kamar dan langsung makan!!! Kasian ibu Dani...

Berdosanya kami. Kami telah menghabiskan ayam-ayam yang banyak itu. Mungkin bapaknya Dani keluar kamar dua kali mau ngambil makanan, karena ada kami gak jadi ngambil. Terbayang bapaknya Dani dikamar itu udah ngeluh "Aduh laper nih lapar.. kenapa gak pulang-pulang mereka".  Seandainya kami jadi nginap di rumah Dani, mungkin ibu sama bapaknya gak makan malam. Ibu sama bapaknya ternyata pemalu, sama kayak si Dani. Ternyata memang benar. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Kalimat terakhir dariku: Kasian ibu Dani...