Keluhan

Alarm dari Blackberry membangunkan rasa kantuk yang terus menyelimuti tidurku. Aku langsung membasuh tubuhku dengan air yang selalu dingin untuk berwudhu. Waktu itu sekitar jam 5 pagi. Lalu, aku langsung solat menghadap sang khalid.

Solat subuh telah kulaksanakan. Selesai berdoa, aku langsung memikirikan kegiatan ku hari ini. "Ah, pasti berat" pikirku. Kunyalakan tv untuk melihat berita sembari menunggu waktunya kuliah. Sudah bosan pikirku. Lalu aku langsung menyalakan laptop dell bekas tanpa batere yang menemani hari-hari ku.

"Tok-tok-tok"

Ada seseorang yang mengetuk pintu. Aku sudah tau, itu adalah teman kuliahku yang biasa datang ke kosan. Saat itu, aku lagi mandi. Dengan segera kubukakan pintu untuknya.

Jam sudah menunjukkan pukul 7.30  pagi. Waktu kuliah sebentar lagi. Aku bergegas bersama temanku menuju tempat parkir yang terletak di depan kos-anku.

Seperti biasa, ketika dikampus aku selalu tidak fokus pelajaran. Bukan karena tidak suka dengan mata kuliahnya, tapi bapak yang mengajar memiliki suara yang kecil.

Entah apa yang diajarkan bapak ini. Aku coba fokus ke pelajaran lagi, namun tetap tidak bisa. Aku hanya berkeluh dalam hati dan langsung memainkan HP ku.

Selesai kuliah, aku langsung pulang menuju kos-an. Ditengah perjalanan aku melihat ibu-ibu di pinggir jalan duduk bersama anaknya sedang mengemis. Ada rasa kasihan ketika melihatnya. Terbayang beban-beban hidup ibu itu. Pasti berat. Apakah ibu mengeluh atau tidak? Tapi, terlihat di wajahnya iya sedang tidak mengeluh.

Sampai di kos, aku duduk sejenak melupakan keluhanku di kampus. Lalu, teringat ibu-ibu di jalan tadi. Aku dapet pelajaran. Ibu itu saja berjuang melawan keluhannya demi sesuap nasi. Sedangkan aku? Aku udah dapet pendidikan yang tinggal menjalaninya sungguh-sungguh masa tidak bisa.

Tanpa pikir panjang setelah itu, aku langsung tidur siang...