Pengalaman Hockey

Hari Minggu kemarin, saya dan temen-temen yang ada di Unit Hockey Unpad bertandang ke Depok dalam rangka Fun Games. Yang nyelenggarain acara ini PHUI (Perkumpulan Hoki Universitas Indonesia).

Aku bangun jam setengah lima pagi, langsung mandi, solat, lalu menuju sekre UHU (Unit Hockey Unpad). itu aku lakukan supaya gak terlambat berangkatnya, eh gataunya berangkatnya jam 7. Biasalah, jam Indonesia.

Perjalanan dari Jatinangor ke Depok kira-kira 3 jam. Setelah sampai, aku melihat sebuah gedung untuk olahraga di UI, yaitu Gymnasium. Kalo dilihat dari segi bangunan dan segi terawatnya sih masih bagusan Bale Santika (gedung olahraga di Unpad). Di Gymnasium inilah tempat Fun Games berlangsung.

Unpad membawa 1 tim putra dan 1 tim putri. Tim putra berjumlah sekitar 14-an, sedangkan tim putri hanya 6 orang. Di pertandingan pertama, Unpad melawan tim Hockey dari Universitas Pancasila. Unpad berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 1-0.

Di pertandingan kedua, aku akhirnya tampil sebagai starting line up. Aku ditempatkan di posisi belakang (back). Sebenarnya sangat asing dengan posisi ini, karena di setiap latihan aku jarang menjadi pemain belakang.

Sebelum  pertandingan dimulai, ntah kenapa aku memiliki perasaan buruk. Seperti biasa, tim kami melakukan doa sebelum pertandingan agar diberi keselamatan dalam bertanding. Lagi-lagi firasat saya sedang tidak baik.

Pertandingan pun dimulai. Kami melawan tim Hockey dari STEI. Ini bukan STEI ITB ya, tapi STEI ini adalah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia. Melihat postur pemain dari STEI badannya kembat-kembat. Mendengar kabar dari beberapa teman se-tim, rata-rata yang bermain di STEI adalah yang sudah lumayan lama bermain Hockey. Sedangkan, jika tim yang diturunkan Unpad, saya dan teman-teman baru bermain Hockey ketika masuk kuliah. Hanya satu pemain di tim kami yang udah main Hockey dari SMA.

Tim Hockey putri Unpad sedang bertanding


Pelatih kami pun sudah bilang, lawan yang kami hadapi kemampuannya jauh diatas permainan kami, sekitar 3 kali lipat. Dengan modal percaya diri dan semangat, kami bermain. Kami tertinggal 1-0 duluan.

Pertandingan sepenuhnya dikuasai oleh tim lawan. Akhirnya aku mendapat kesempatan mengoper, lalu di konversikan gol oleh teman saya. Perasaan senang saat itu gak bisa diungkapkan. Pokoknya senanglah. Setelah gol tersebut, aku makin bersemangat. Saya terus mengawal pertahanan. Disinilah kecelakaan terjadi. Pemain depan STEI memukul bola lambung ketika hendak mencetak gol dan bola tersebut mengenai bagian telinga dan rahang kiri saya. Telinga saya langsung berdengung sekitar 3 menit.

Pelatih kemudian memberikan isyarat apakah saya baik-baik saja atau tidak. Saya bilang gapapa, padahal udah dengung. Pertandingan pun tetap saya lanjutkan. Akhirnya saya diganti. Telinga saya masih berdengung, ditambah rahang saya yang sakit. Sampai-sampai ketika makan siang, saya kesakitan ketika menelan makanan. Bener-bener pengalaman main Hockey ini.

Akhirnya selasa kemarin, saya pulang ke Bandung. Hari Rabunya saya klinik. Gendang telinga saya tidak apa-apa, mungkin hanya rahang saya saja yang memar. Alhamdulillah.


No comments:

Post a Comment