Ulun Danu Bedugul, Air Terjun Git-Git, Tanah Lot, dan Nusa Dua

Ulun Danu Bedugul adalah sebuah pura. Disana aku dan keluarga hanya berfoto. Udara disana lumayan dingin. Kalian pasti pernah melihat pura ini di sebuah uang rupiah. Pura ini terdapat di uang Rp 50.000 warna biru.


Dan, ini dia foto aku dan keluarga disana!






Selanjutnya, kami mengunjungi Git-git waterfall (air terjun Git-git).  Kami turun dari tanggak kira-kira sekitar 10 menitan. Begitu sampai dibawah, kami langsung celup air ke muka. Segar! Selanjutnya, kami berfoto-foto lagi.







Tempat selanjutnya yang kami kunjungi adalah Tanah Lot. Hampir sama dengan Ulun Danu Bedugul, Tanah Lot ini juga pura. Letaknya di pinggir-pinggir pantai. Pemandangan disana bagus sekali, apalagi udaranya juga segar. Kepingin lama-lama aja disana. Disana, aku juga sempat liat ular besar yang dipegang oeh orang. Ternyata, kita bisa foto juga sama ular itu. Tapi, apalah daya. Aku takut sama ular.







Itulah hari pertama aku di Bali.

Hari kedua, kami mengunjungi Tanjung Benoa, Pantai Nusa Dua, dan Pantai Kuta. Aktivitas di Tanjung Benoa, untuk pertama kalinya aku menaiki parasailing. Jadi, kita menggunakan parasut terjun payung, tapi kita dinaikkan ke atas melalui boat diatas laut. Tiga bulan yang lalu, ada orang Korea yang meninggal karena jatuh dari main parasailing. Tapi, tanteku gak bilang kalo ada kecelakaan itu. Katanya kalo dikasih tau ntar mamaku gak ngasih main.

Untuk sampai di tujuan parasailing, kita harus menaiki boat terlebih dahulu. Kira-kira sekitar 5 menitan, sampai di tengah laut yang airnya lumayan dangkal. Barulah kita diajar oleh pemandu bagaimana menikinya beserta kode-kodenya.

Siap-siap berangkat ke tengah laut!
Kode-kodenya menggunakan bendera yang berwarna merah atau biru. Jika pemandunya mengangkat bendera merah, berarti kita harus menarik tali yang kanan ke bawah, jika bendera biru maka menarik tali ke kiri. Tujuan dari menarik tali yang terdapat di parasut adalah agar kita landingnya tepat di tempat tujuan.

Mendengar penjelasan dari pemandunya
Setelah diajarkan pemandunya, barulah kami bergiliran menaiki parasailing ini. Adikku naik ke atasnya sama pemandunya, karena badan dia masih kecil. Beruntung aku waktu itu udah dibolehkan naik sendiri. Pengalaman ketika diatas langit adalah: SERAM. Rasanya kena angin laut seperti mau jatuh aja. Tapi seram tersebut berubah menjadi enak ketika kita benar-benar diatas melihat pemandangan.








Setelah bermain parasailing di Tanjung Benoa, sorenya aku dan keluarga pergi ke pantai Kuta. Pantai Kuta adalah pantai yang sangat terkenal di Bali. Sampai disana, aku lansung lihat keadaan sekitar. Ternyata, pantai Kuta tidak sebagus yang kupikirkan. Sampah-sampah berserakan di tepi-tepi pantai. Mungkin karena banyak pengunjung makanya jadi kotor begini. Tapi yang paling bikin segar adalah banyak susu jemur disana. Jadi, gak perlu jauh-jauh beli minum (astaghfirullah)





Masih ada waktu tersisa. Kami menuju pantai nusa dua. Pantai disini ombaknya besar, jadi banyak orang yang tidak mandi. Selama disana, aku hanya tidur-tiduran, keliling-keliling pantai dan tak lupa berfoto. Hehehe






Sekian!